← Blog TikTok Commerce Mei 10, 2026 6 min read

Biaya dan Komisi TikTok Shop: Cara Hitung Keuntungan Bersih Sebelum Menetapkan Harga

Banyak seller TikTok Shop baru yang kaget ketika pencairan pertama masuk. Mereka jual produk seharga Rp 100.000, tapi yang masuk ke rekening hanya Rp 78.000 atau bahkan lebih kecil. Itu bukan kesalahan sistem, itu biaya TikTok Shop yang memang sudah dipotong otomatis. Kalau kamu tidak tahu struktur biaya ini sejak awal, kamu bisa saja jual produk dengan margin yang salah dan rugi tanpa sadar selama berbulan-bulan.

Biaya-Biaya yang Dipotong TikTok Shop

TikTok Shop memotong beberapa jenis biaya dari setiap transaksi yang berhasil. Ini yang perlu kamu pahami sebelum listing produk apapun.

Komisi Kategori

Ini biaya utama dan yang paling besar. TikTok Shop mengenakan komisi berdasarkan kategori produk. Persentasenya berbeda-beda, umumnya antara 1% hingga 8% dari harga jual. Kategori fashion, beauty, dan health biasanya kena komisi lebih tinggi dibanding elektronik atau makanan segar.

Satu hal yang perlu kamu catat: TikTok Shop Indonesia sudah beberapa kali mengubah struktur komisi ini dalam dua tahun terakhir. Angka yang berlaku hari ini bisa berbeda tiga bulan ke depan. Selalu cek Seller Center di bagian Fee Structure atau Biaya Penjual untuk angka terbaru. Jangan andalkan artikel manapun termasuk artikel ini untuk angka pasti.

Biaya Layanan per Transaksi

Di luar komisi kategori, ada biaya tetap per transaksi. Biasanya kecil secara nominal, tapi kalau kamu jual produk harga rendah dengan volume tinggi, biaya ini bisa cukup signifikan saat diakumulasi. Cek Seller Center untuk angka terbaru karena ini juga bisa berubah.

Voucher dan Promo Seller

Voucher dari platform TikTok Shop sendiri, seperti subsidi ongkir atau diskon kampanye dari TikTok, umumnya tidak dipotong dari saldo seller. Tapi kalau kamu yang buat voucher diskon untuk tokomu sendiri, itu langsung berpengaruh ke penerimaan kamu. Ini sering tidak diperhitungkan seller baru.

Komisi Affiliate

Kalau kamu pakai program affiliate dan creator berhasil menjual produkmu, ada komisi affiliate yang perlu kamu bayarkan. Kamu yang menentukan besarnya saat mendaftarkan produk ke program affiliate, biasanya antara 5% sampai 15% tergantung strategi dan kategori produk. Ini biaya marketing, bukan biaya platform, tapi tetap harus masuk kalkulasi kamu.

Cara Hitung Biaya TikTok Shop Sebelum Menetapkan Harga

Saya pakai formula sederhana ini setiap kali mau listing produk baru:

Harga Jual Minimum = (Modal + Biaya Operasional + Target Profit) dibagi (1 dikurangi Total Persentase Fee)

Contoh konkret: produk dengan modal Rp 50.000, biaya operasional Rp 5.000 (packaging, tenaga kerja, dll), target profit Rp 20.000, dan total fee TikTok Shop plus affiliate sekitar 10%.

Harga Jual Minimum = (50.000 + 5.000 + 20.000) dibagi (1 – 0,10) = 75.000 dibagi 0,90 = sekitar Rp 83.333.

Kalau kamu set harga Rp 79.000 karena kelihatannya sudah cukup, kamu sebenarnya sudah makan ke margin keuntungan sendiri dan mungkin malah rugi setelah semua potongan.

Formula ini sederhana tapi sangat sering dilewatkan. Kebanyakan seller baru hanya hitung selisih antara harga jual dan modal, tanpa memperhitungkan bahwa harga jual yang kamu terima bukan harga jual penuh yang dibayar pembeli.

Cara Lihat Rincian Potongan per Transaksi

TikTok Shop menyediakan laporan pembayaran yang cukup detail. Di Seller Center, masuk ke menu Keuangan atau Finance, lalu pilih Riwayat Pembayaran atau Payment History. Di sana kamu bisa lihat per order berapa yang dipotong untuk komisi, service fee, dan komponen lainnya.

Saya rekomendasikan untuk cek ini secara rutin, setidaknya dua minggu pertama setelah mulai jualan. Ini cara paling akurat untuk verifikasi apakah hitungan kamu di depan sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Kalau ada selisih yang tidak bisa kamu jelaskan, screenshot dan hubungi seller support TikTok Shop.

Kesalahan Umum dalam Menghitung Biaya TikTok Shop

Dari pengalaman saya dan dari banyak seller yang saya kenal, ada beberapa kesalahan yang paling sering terjadi:

Hanya hitung komisi kategori, lupa service fee. Komisi kategori memang yang terbesar, tapi service fee per transaksi tetap perlu masuk kalkulasi, terutama untuk produk harga rendah dengan volume tinggi.

Tidak memasukkan voucher seller ke biaya. Kalau kamu rutin kasih voucher diskon Rp 10.000 untuk pembeli baru, itu langsung potong penerimaan kamu setiap order. Banyak seller yang tidak sadar sudah memberikan diskon efektif yang tidak pernah dihitung ke dalam biaya operasional.

Tidak update kalkulasi ketika TikTok Shop ubah fee. Ini yang paling berbahaya. TikTok Shop bisa ubah struktur komisi dengan notifikasi yang kadang luput dari perhatian. Biasakan cek email dari TikTok Shop dan cek Seller Center minimal sebulan sekali untuk update kebijakan fee. Kalau kamu tidak tahu fee berubah, kamu akan terus jual dengan harga yang salah.

Tidak memisahkan biaya affiliate dari margin dasar. Affiliate adalah biaya marketing yang variabel, bukan biaya tetap. Kalau kamu memasukkan komisi affiliate ke dalam kalkulasi margin minimum, produk kamu mungkin tidak bisa bersaing untuk penjualan non-affiliate. Lebih baik hitung margin tanpa affiliate dulu, lalu tentukan berapa persen yang masih bisa kamu berikan ke creator sambil tetap untung.

Perbandingan Biaya TikTok Shop dengan Platform Lain

Saya sering ditanya apakah biaya TikTok Shop lebih mahal atau lebih murah dibanding Shopee atau Tokopedia.

Jawabannya tergantung kategori dan model bisnis kamu. Di beberapa kategori, TikTok Shop masih lebih kompetitif karena mereka agresif merebut market share di Indonesia. Di kategori lain, biayanya sudah mendekati atau setara dengan platform lain.

Yang membedakan TikTok Shop adalah potensi traffic organik dari konten video. Kalau kamu punya konten yang performanya bagus, kamu bisa dapat penjualan tanpa mengeluarkan biaya iklan. Biaya akuisisi pelanggan bisa jauh lebih rendah dibanding hanya mengandalkan iklan berbayar. Tapi kalau konten organik kamu tidak jalan dan kamu bergantung penuh pada TikTok Ads, hitungannya bisa bergeser signifikan.

Langkah Praktis Sebelum Listing Produk Baru

Setiap kali saya mau listing produk baru di TikTok Shop, saya lakukan ini secara berurutan:

Pertama, buka Seller Center dan cek fee structure terbaru untuk kategori produk yang akan dijual. Jangan pakai angka dari sumber luar yang mungkin sudah tidak akurat.

Kedua, hitung harga jual minimum menggunakan formula di atas, dengan memasukkan semua komponen: modal, biaya operasional, total fee platform, dan target profit minimum.

Ketiga, cek harga kompetitor di TikTok Shop untuk produk yang sama atau serupa. Kalau harga jual minimum saya lebih tinggi dari harga rata-rata kompetitor, produk itu mungkin tidak kompetitif dan perlu evaluasi di sisi sumber produk atau efisiensi operasional.

Keempat, kalau mau pakai affiliate, tentukan dari awal berapa persen komisi affiliate yang masih bisa saya bayarkan sambil tetap untung. Ini juga perlu masuk ke simulasi harga, bukan diputuskan belakangan.

Kelima, review ulang kalkulasi setiap tiga bulan. Modal bisa berubah, harga kompetitor berubah, dan fee platform bisa berubah. Hitungan yang akurat tiga bulan lalu bisa sudah tidak relevan sekarang.

Ini terdengar seperti banyak langkah, tapi setelah beberapa kali dilakukan akan terasa natural dan tidak butuh waktu lama. Lebih baik luangkan 30 menit untuk kalkulasi yang benar daripada baru sadar rugi setelah tiga bulan berjualan.

Membangun Kebiasaan Bisnis yang Benar di TikTok Shop

Memahami struktur biaya TikTok Shop bukan soal akuntansi yang rumit. Ini soal membangun kebiasaan bisnis yang benar dari awal. Seller yang paham biaya TikTok Shop bisa menetapkan harga dengan percaya diri, tidak panik saat pencairan masuk lebih kecil dari ekspektasi, dan bisa membuat keputusan yang lebih tepat soal promo, affiliate, dan strategi harga jangka panjang.

Mulai dari hal paling sederhana: buka Seller Center kamu sekarang, cek fee structure untuk kategori produk utama kamu, dan hitung ulang margin setiap produk yang sudah ada. Kalau ada yang ternyata margin-nya terlalu tipis setelah dihitung dengan benar, lebih baik tahu sekarang daripada terus jual dengan kalkulasi yang keliru.

Andrey Garcia
Andrey Garcia
Head of Business Development, Ginee Hub · TikTok Indonesia Certified Trainer

5+ years membangun operasional dan tim komersial di ekosistem digital commerce Indonesia. Saya menulis tentang apa yang benar-benar bekerja, berdasarkan pengalaman mengelola 60+ akun merchant.